Duo Pemda Bersinergi Ciptakan Ekspektasi


Daging ayam ras pedaging tembus Rp29.000,-perKg!, Begitu Headline di salah satu koran lokal (Tribun Jabar) di kota Tasikmalaya. Tidak hanya itu, harga daging sapi, cabe dan harga-harga kebutuhan pokok lainnya ikut terseret naik. Meski begitu, permintaan tetap tinggi bahkan meningkat. Itu terjadi di Ciamis, sentra produksi ayam ras pedaging Jawa Barat. Lalu bagaimana dengan daerah-daerah lain yang secara tradisional mengandalkan pasokan dari Ciamis? Seperti Bandung dan Jakarta. Tentu lebih parah.

Tradisi Munggahan di Jawa Barat atau Makan Basamo kata orang Padang menjadi pemicunya. Tradisi ini dilakukan sebagian besar masyarakat Jawa Barat khususnya Tasikmalaya dan Ciamis. Dilakukan menjelang datangnya bulan Ramadhan. Sehingga pada waktu-waktu tersebut permintaan akan barang-barang pokok merangkak naik mendahului kota-kota lainnya. Dampaknya tentu pada inflasi. Menjawab keluhan masyarakat terhadap kenaikan harga tersebut dan mengantisipasi permintaan pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (FKPI) Kota Tasikmalaya langsung menggelar rapat. Usulan Dewan Pengarah sekaligus Ka KPw BI Tasikmalay, Isa Anshory, untuk meninjau ke sentra-sentra produksi dijadikan rekomendasi. “Kecukupan pasokan harus kita informasikan ke masyarakat”, tegas Beliau.

Kamis (20/7), FKPI Kota Tasikmalaya menggandeng FKPI Kabupaten Ciamis dan wartawan dari 10 media massa melakukan kunjungan. Dimulai dari gedung Bulog Ciamis, kebon cabe Petani binaan Bank Indonesia Tasikmalaya dan diakhiri dengan wawancara bersama salah seorang Produsen ayam ras pedaging. Ali Ardi, Kepala Bulog menyatakan, ”Stok kami cukup untuk 5 bulan ke depan!” Memang benar adanya, gudang Bulog tampak penuh, bahkan aktivitas truk yang menyuplai tak henti-hentinya menurunkan kantung-kantung beras 50 kilo-an. ”Tak kurang dari 45 ribu ton sekarang ada di gudang kami, sementara permintaan se-Priangan Timur diperkirakan hanya mencapai 8 ribu ton per bulan”.

Sejalan dengan penjelasan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian, Hadian, kembali menegaskan, ”Kalau diperlukan, Sesegera mungkin kami akan melakukan operasi pasar murah untuk ikut mengendalikan harga beras”. Pernyataan kedua orang itu dilatarbelakangi bobot beras dalam inflasi yang memang besar, yaitu 8,21%.

Bahan makanan lain yang dianggap memiliki bobot tinggi dalam inflasi adalah cabai merah dan daging ayam ras. Oleh karena itu, para wartawan pun diajak ke puncak bukit melihat lahan cabe binaan Bank Indonesia. .”Pasokan mencukupi. Lahan seluas 117 Hektar di Ciamis mampu memasok ke wilayah Priangan, Bandung, dan Jakarta mencapai 2 ton per hari”, janji Pipin A Apilin, Ketua Asosiasi Agrobisnis Cabai Indonesia (AACI) Cabang Ciamis,

Di akhir kunjungan ke produsen, Herry Darmawan, Ketua Persatuan Peternak Ayam Nasional (PPAN) juga menghembuskan berita yang tak kalah sejuknya. ”Kebutuhan ayam ras secara nasional sekitar 35 juta ekor per minggu, sedangkan untuk Jawa Barat sekitar 40 persennya. Kami pastikan kebutuhan ini akan tercukupi”, pungkas Herry. ”Saat puasa seharusnya masyarakat bisa mengendalikan diri dan membeli sembako secara bijak, jangan panik karena stok sembako lebih dari cukup”, imbuh Edi Sumadi, Ketua FKPI Tasikmalaya.

Sebelum itu, KPw Tasikmalaya melalui tim Humas nya sudah menyebar pemutaran iklan layanan masyarakat Bijak Berbelanja di 5 (lima) stasiun radio utama Priangan Timur selama bulan Ramadhan. Iklan tersebut berupa himbauan untuk mengarahkan masyarakat tetap berbelanja normal selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Salah satu pertimbangan pemuatan di media radio adalah kebiasaannya masyarakat memanfaatkan radio untuk mengetahui waktu imsak dan berbuka.”Semuanya untuk menciptakan Ekspektasi Positif ke masyarakat. Pasokan lebih dari cukup”, demikian jelas Sabarudin, Deputi Ka KPw BI Tasikmalaya

2 responses

  1. Fast Methods In attorney seo marketing – Emerging Ideas

    Like

%d bloggers like this: