BI: Pemerintah harus kerja keras naikkan daya saing produk


MERDEKA.COM, Bank Indonesia menilai sektor migas masih menjadi faktor utama defisit neraca transaksi berjalan dari sisi pembayaran. Pada triwulan ke tiga tercatat defisit menurun menjadi 2,4 persen dari produk domestik bruto dibanding triwulan dua yang mencapai 3,5 persen.

“Kalau memang ada yang mengatakan tidak apa-apa kita defisit, ya pasti apa-apa, walaupun tidak berarti kita berantakan dengan dengan defisit 2,4 persen dari GDP,? kata Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, Jumat (30/11).

Bank Sentral menyayangkan ekspor Indonesia masih didominasi oleh produk hasil tambang dan perkebunan yang tidak sensitif terhadap harga. Pemerintah perlu berupaya lebih keras agar produk selain hasil tambang dan perkebunan untuk bisa bersaing ke pasar ekspor. “Defisitnya itu sumber utamanya dari migas,” katanya.

Darmin mengungkapkan, bank sentral berharap defisit akan terus mengecil ke 2,2 persen di akhir tahun 2012 ini. Bahkan dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang terus mengalami tekanan memberi dampak positif terhadap neraca pembayaran Indonesia (NPI).

“Melemahnya (nilai tukar rupiah) itu sedikit banyak menolong juga pada neraca pembayaran. Karena apa? impornya jadi lebih mahal dan ekspornya menjadi lebih menarik. Tapi itu dari non migas datangnya,” kata Darmin.

Sumber: Merdeka.com

.Berita Lainnya.
Ekonom: BI Harus Intervensi Signifikan Atasi Pelemahan Rupiah
Perlu Kebijakan Sektor Riil Atasi Depresiasi Rupiah
BI: Rupiah Agak di Luar Proporsi
Kurs Rupiah Selasa Pagi Melemah 60 Poin
Rupiah Menguat 40 Poin pada Kamis Sore

%d bloggers like this: