Cuaca Buruk Tingkatkan Inflasi Januari


grafik inflasi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa, diperkirakan meningkatkan inflasi lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Namun, Bank Indonesia (BI) memperkirakan secara month to month inflasi yang ditimbulkan itu hanyalah inflasi sesaat.

Asisten Gubernur BI, Perry Waljiyo, mengatakan survei BI setiap pekannya mencatat cuaca ekstrem akibat hujan yang sangat deras sepanjang Januari ini akan mendongkrak inflasi Januari.

“Banjir yang melanda sejumlah besar ruas jalan misalnya akan memicu inflasi sekitar 0,9 persen atau hampir satu persen,” kata Perry. Namun, inflasi tersebut akan kembali turun pada Februari hingga Juni 2013.

Berdasarkan hasil pemantauan BI beberapa tahun ini, kata Perry, inflasi Januari memang cenderung tinggi. Inflasi kembali turun pada Februari-Juni dan kembali naik pada Juli-Agustus. Tinjauan kebijakan moneter BI memperkirakan inflasi 2013 akan berkisar 4,5 persen ± 1 persen.

Menurut Perry, inflasi keseluruhan akhir 2013 adalah 4,9 persen. Itu masih masuk dalam asumsi BI. Meskipun, proyeksi tersebut lebih tinggi dari inflasi tahunan pada 2012 sebesar 4,30 persen.

“Inflasi 4,9 persen di akhir tahun itu sudah termasuk di dalamnya inflasi karena faktor cuaca buruk, kenaikan tarif tenaga listrik (TTL), dan kenaikan upah buruh,” katanya.

http://berita.plasa.msn.com/bisnis/republika/cuaca-buruk-tingkatkan-inflasi-januari

.Berita Lainnya.
BI: Defisit Transaksi Berjalan Turun Triwulan I
BI Prediksi Inflasi Januari 0,9 Persen
BI Optimistis Nilai Tukar Rupiah Stabil
Jokowi jawab kritik Joshua soal Kopaja
PNS DKI terkorup versi PPATK, Ahok siapkan sanksi pecat

%d bloggers like this: