Monthly Archives: February, 2013

SBY Ajukan Nama Calon Gubernur BI


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengirim nama-nama calon Gubernur Bank Indonesia pada Jumat (22/2) ini. Staf Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah menjelaskan, pengiriman sesuai dengan tenggat waktu dari DPR.

“Besok akan dikirimkan tanggal 22 Februari sesuai dengan waktu yang diminta DPR. Sekarang Presiden masih kunjungan kerja di Jawa Tengah,” kata Firmanzah dalam pesan singkat yang diterima, Kamis (21/2).

Namun saat ditanyakan terkait nama-nama calon yang telah masuk ke Presiden, Firmanzah tidak memberikan tanggapan. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution akan menyelesaikan masa jabatannya pada 22 Mei 2013 ini. Sesuai dengan ketentuan undang-undang, Presiden harus mengirimkan nama calonnya ke DPR paling lambat tiga bulan sebelumnya.

Ini berarti paling lambat pada 22 Februari besok nama calon gubernur sudah harus dikirimkan. Presiden maksimal mengirimkan tiga nama calon Gubernur Bank Indonesia untuk dibahas di Paripurna DPR sebelum dibawa ke Badan Musyawarah.

Selain Darmin Nasution, DPR juga akan menentukan pengganti Budi Mulya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia yang masih kosong.

DPR akan memilih satu diantara ada dua calon penggantinya, yakni Perry Wardjiyo dan Hendar. “Kami akan pilih salah satu di antara mereka,” kata Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis. DPR akan menentukan pengganti Budi Mulya pada 11 Maret mendatang.

Menurutnya, jabatan Dewan Gubernur BI yang ditinggalkan Budi Mulya tersebut sangat penting untuk segera diisi. Sebab berdasarkan Undang-Undang BI Pasal 37 ayat 1, syarat Dewan Gubernur BI itu terdiri dari Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan minimal empat Deputi Gubernur. Sedangkan, saat ini hanya terdapat seorang Gubernur dan tiga Deputi Gubernur.

“Sehingga bila ada pihak yang menggugat ke Mahkamah Agung (MA), keputusan mereka yang sekarang ini tidak sah karena Peraturan Bank Indonesia (PBI) hanya bisa dibatalkan oleh MA. Jadi jangan main-main,” kara Harry

Advertisements

OJK Tandatangani Pakta Integritas


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menandatangani pakta integritas yang menyebutkan bahwa pejabat dan staf akan senantiasa menjunjung tinggi integritas dan kejujuran, serta menjauhi juga memerangi berbagai perilaku tercela seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Ketua OJK, Muliaman D. Hadad mengajak seluruh pejabat dan pegawai agar secara sungguh-sungguh menjalankan seluruh nilai-nilai strategis OJK dalam aktifitas kesehariannya. “Nilai-nilai Strategis OJK tersebut merupakan nilai utama yang menjadi karakter dari segenap insan OJK, yang tidak hanya sekedar diucapkan dan ditandatangani,” ungkapnya, Kamis (21/2).

Dia mengingatkan bahwa Pakta Integritas yang ditandatangani akan menjadi acuan dalam menilai integritas pegawai terhadap lembaga dan masyarakat. OJK telah menetapkan lima nilai yang akan menjadi acuan dalam bekerja yakni Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Inklusif, dan Visioner .

Guna lebih meningkatkan lagi pemahaman pejabat dan karyawan atas penting dan strategisnya pelaksanaan nilai-nilai strategis tersebut, kegiatan Pencanangan Nilai-nilai Strategis OJK juga diisi dengan kegiatan Ceramah Anti Korupsi dengan mengundang Pimpinan KPK, Abdullah Hehamahua sebagai narasumber. Seluruh pimpinan dan pegawai OJK juga mengeluarkan pernyataan mengenai keikutsertaan pimpinan dan pegawai OJK dalam menegakkan praktek kerja yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

KAMUS BISNIS: Apa itu Operasi Moneter? Inilah pengertian ringkasnya


Apa yang dimaksud Operasi Moneter? Ini penjelasan ringkas Kerangka Operasi Moneter menurut Bank Indonesia:

Dalam rangka mencapai sasaran akhir kebijakan moneter, Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter melalui pengendalian suku bunga (target suku bunga). Sikap kebijakan moneter dicerminkan oleh penetapan suku bunga kebijakan (BI Rate).

Dalam tataran operasional, BI Rate tercermin dari suku bunga pasar uang jangka pendek yang merupakan sasaran operasional kebijakan moneter. Sejak 9 Juni 2008, BI menggunakan suku bunga Pasar Uang Antara Bank (PUAB)1 overnight (o/n) sebagai sasaran operasional kebijakan moneter.

Agar pergerakan suku bunga PUAB o/n tidak terlalu melebar dari anchor-nya (BI Rate), Bank Indonesia selalu berusaha untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan likuiditas perbankan secara seimbang sehingga terbentuk suku bunga yang wajar dan stabil melalui pelaksanaan operasi moneter (OM).

Operasi Moneter adalah pelaksanaan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia dalam rangka pengendalian moneter melalui Operasi Pasar Terbuka dan Standing Facilities. Operasi Pasar Terbuka yang selanjutnya disebut OPT merupakan kegiatan transaksi di pasar uang yang dilakukan atas inisiatif Bank Indonesia dalam rangka mengurangi (smoothing) volatilitas suku bunga PUAB o/n.

Sementara instrumen Standing Facilities merupakan penyediaan dana rupiah (lending facility) dari Bank Indonesia kepada Bank dan penempatan dana rupiah (deposit facility) oleh Bank di Bank Indonesia dalam rangka membentuk koridor suku bunga di PUAB o/n. OPT dilakukan atas inisiatif Bank Indonesia, sementara Standing Facilities dilakukan atas inisiatif bank.

SUMBER: Bank Indonesia

%d bloggers like this: