BI: Tiga Upaya Pengurangan Defisit Transaksi Berjalan


Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia menyatakan perlu dilakukan tiga upaya untuk mengurangi defisit neraca transaksi berjalan yang pada 2012 mencapai 24,18 miliar dolar AS atau 2,7 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto).

“Pengurangan transaksi berjalan harus dilakukan dengan tiga upaya,” kata Direktur Eksekutif Bidang Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Dody Budi Waluyo via pesan singkatnya di Jakarta, Rabu.

Menurut Dody, upaya pertama yakni dengan menekan impor migas khususnya minyak melalui kebijakan BBM domestik.

“Sedangkan upaya selanjutnya dengan mendorong kinerja ekspor baik non migas maupun migas,” ujar Dody.

Upaya ke tiga, dengan melanjutkan kebijakan substitusi impor dalam mengurangi impor. “Secara umum, defisit transaksi berjalan karena naiknya impor migas dan non migas, sejalan dengan kuatnya growth permintaan domestik,” kata Dody.

Selain itu, defisit neraca transaksi berjalan juga disebabkan oleh melambatnya ekspor non migas, sejalan dengan perekonomian global yang melambat dan harga komoditi dunia yang menurun.

Secara keseluruhan, NPI (Neraca Pembayaran Indonesia) pada 2012 mencatat surplus 165 juta dolar AS. Surplus tersebut terbentuk dari neraca transaksi berjalan yang mencatat defisit 24,18 miliar dolar AS dan neraca transaksi modal dan finansial yang surplus sebesar 24,91 miliar dolar AS.

NPI 2012 tersebut jauh di bawah surplus pada 2011 yang mencapai sebesar 11,9 miliar dolar AS. (ar)

%d bloggers like this: