DEVALUASI YEN: Ancam Neraca Perdagangan Indonesia


JAKARTA—Kebijakan pelonggaran moneter Jepang berisiko mengancam kondisi neraca perdagangan Indonesia.

Pungky Sumadi , Direktur Jasa Keuangan dan BUMN Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Bappenas, mengungkapkan kebijakan pelonggaran moneter Jepang menyebabkan pelemahan nilai tukar Yen.

Kebijakan itu, menurutnya, bertujuan untuk mendorong kinerja ekspor Jepang untuk menggerakkan perekonomian Negeri Sakura yang stagnan.

Namun, lanjut Pungky, devaluasi Yen juga berisiko menaikkan harga ekspor Indonesia ke Jepang menjadi lebih mahal sehingga makin menyusahkan eksportir menjual barangnya di tengah permintaan dunia yang masih rendah.

“Kita melihatnya dari sisi hubungan dagang antara Jepang dengan Indonesia. Kalau kita jual barang ke Jepang, jangan-jangan jadinya bisa lebih susah [karena devaluasi Yen],” katanya saat ditemui di Gedung Bappenas, Selasa (19/2).

Di sisi lain, lanjutnya, devaluasi Yen juga berisiko meningkatkan volume impor dari Jepang ke Indonesia. Menurutnya, perbaikan ekonomi Jepang berfokus untuk mendorong kinerja ekspor, bukan impor negeri tersebut. “Neraca perdagangan kita bisa makin jelek.”

BPS menunjukkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$1,63 miliar pada 2012. (if)

%d bloggers like this: