BRI Gandeng RNI Salurkan Kredit Pangan


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia,Tbk (BRI) menggandeng PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dalam menyalurkan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) tebu dan peternakan sapi potong.

“Potensi untuk pembiayaan tebunya Rp 507 miliar, sementara untuk ternak sapi potongnya Rp 200 miliar,” kata Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali saat penandatanganan kerja sama di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (7/3).

Ali mengatakan, dalam penyaluran ke dua jenis kredit tersebut nantinya RNI akan menerapkan pola kemitraan inti plasma. Dalam hal ini, RNI akan berperan sekaligus sebagai off-taker (penjamin pasar) dan avalis (penjamin kredit).

Pembiayaan KKPE tebu yakni untuk komoditas tebu Masa Tanam Tahun (MTT) 2013/2014 dan MTT 2014/2015. Untuk memaksimalkan penyaluran KKPE tebu, terang Ali, BRI akan memanfaatkan jaringan pabrik gula RNI yang berlokasi di beberapa tempat seperti Krebet Baru di Malang, pabrik Rejoagung Baru di Madiun, Madukismo di Yogyakarta, Candi Baru di Sidoarjo, Tersana Baru di Cirebon, Karangsuwung di Cirebon, Sindanglaut di Cirebon, dan Jatitujuh di Indramayu, Majalengka.

Sementara untuk peternakan sapi potong, fokusnya ke wilayah Subang, Jatibarang, Padang (Kerinci). “RNI akan bertindak sebagai off-taker, membeli hasil ternak peternak dengan harga yang sesuai dan yang telah disepakati dengan peternak,” ujar Ali.

RNI juga akan membentuk tim untuk mengembangkan dan melakukan pendampingan teknis kepada peternak terkait budidaya penggemukan sapi potong. Dalam program ini, RNI bekerja sama dengan masyarakat yang berada di sekitar wilayah kerja RNI yakni Subang, Jatibarang, dan Padang. “Masyarakat yang memang merupakan peternak sapi,” kata Ali.

Perusahaan akan menyediakan sebagian lahan di unit kerja RNI untuk dijadikan kandang kolonisasi budidaya sapi potong. Budidaya penggemukan sapi potong oleh peternak dilakukan di kandang kolonisasi milik RNI yang berada di wilayah unit kerja RNI (pabrik gula ataupun perkebunan sawit).

%d bloggers like this: