Inflasi tinggi tidak akan berkepanjangan


Pemerintah menyatakan inflasi tinggi pada Februari tidak akan mengganggu asumsi inflasi makro pada tahun ini sebesar 4,9 persen. Tingginya inflasi pada Februari lebih disebabkan oleh faktor musim dan tidak akan berkepanjangan.
Menteri Perencana Pembangunan Nasional, Armida Alisjahbana, mengatakan pemerintah menyadari tingginya inflasi berpengaruh pada angka kemiskinan yang akan meningkat. Maka dari itu penjagaan aspek inflasi menjadi fokus perhatian.
“Kita ingin ini bisa ditangani karena kita juga ada target kemiskinan, di mana stabilitas makro harga inflasi itu penting,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (4/3).
Armida berharap masa panen pada Maret dan April akan menekan angka inflasi di kisaran rendah. Dalam dua bulan lalu, aspek bahan makanan menjadi penyumbang terbesar tingginya angka inflasi.
Selain mengandalkan masa panen yang akan menambah pasokan bahan makanan, Armida melanjutkan pemerintah juga akan memastikan kelancaran arus distribusi barang.
“Ketersediaannya tentu juga harus dijaga supaya tidak ada lonjakan,” tuturnya.

Sumber: Merdeka.com

%d bloggers like this: