Menanti GBI ‘Ketuk Palu’ Suku Bunga Acuan


JAKARTA – Para Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) dijadwalkan melakukan rapat bulanan hari ini. Dalam rapat bulanan tersebut, BI akan mereview perkembangan ekonomi baik Indonesia maupun global.

Setelah review dilakukan, maka para Dewan Gubernur akan menentukan arah kebijakan moneter. Salah satu kebijakan yang ditetapkan dalam rapat tersebut, adalah terkait suku bunga acuan BI alias BI Rate.

Saat ini, BI Rate masih berada di kisaran 5,75 persen, Dewan Gubernur BI telah menetapkan BI Rate sejak Februari 2011. Alasannya, lantaran ekonomi Indonesia masih stabil, dan inflasi masih terkendali.

Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan Februari sudah mencapai 0,75 persen, sementara untuk inflasi bulanan Januari mencapai 1,03 persen. Dengan demikian dalam dua bulan inflasi tahunan telah mencapai 1,78 persen, padahal tahun ini BI mematok inflasi pada kisaran 4,5 plus-minus satu persen.

Para analis pun berbeda pendapat menyikapi suku bunga acuan BI ini. Vice President Head of Equity Research Danareksa Sekuritas, Chandra Pasaribu memperkirakan BI rate masih akan bertahan pada level 5,75 persen hingga akhir 2013, lantaran prospek pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat.

Sementara Direktur Global Market HSBC Indonesia Ali Setiawan menilai BI harus segera menaikkan suku BI Rate karena inflasi per bulan semakin meningkat. BI pasti telah memiliki standar tersendiri untuk bisa menaikkan dan menurunkan suku bunga acuannya.

Sedangkan menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada para pelaku pasar akan menunggu (wait and see) pertemuan internal bank sentral, baik dari BI, Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ), Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB).

%d bloggers like this: