Dampak Gejolak Harga Bawang


(bisnis-jabar.com)–Ketua perhimpunan pedagang daging ayam Bandung (PPAB), Yoyo Sutarya menilai efek dari mahalnya bawang putih dan merah membuat penjualan daging ayam turun.

“Banyak konsumen mengalihkan menunya pada komoditas lain, yang tidak menggunakan bawang merah dan putih,” katanya Minggu (17/3).

Sutarya mencatat penurunan penjualan daging ayam saat ini sudah mencapai 30-50% setiap harinya. Menurutnya, penurunan ini dibanding kondisi normal sudah terbilang sangat drastis.

Dia mencontohkan dalam kondisi normal atau sebelum kenaikan harga bawang, rata-rata, setiap pedagang mampu menjual sekitar 100 ekor per hari.

Paska kenaikan bawang, penjualan mulai turun. “ Sekarang rata-rata penjualan menjadi 70 ekor per hari ada pula yang 50 ekor per hari,” katanya.

Kondisi ini menurut Yoyo diperparah oleh masih mahalnya harga jual daging ayam pada level pasar tradisional. Saat ini, rata-rata, harga jual daging ayam berada pada level Rp 28-30 ribu per kilogram.

“Beralihnya menu masakan ditambah harga daging ayam yang masih tinggi, jelas, permintaan dan penjualan kian turun,” katanya.

PPAB sendiri meminta pemerintah di semua level untuk segera turun tangan mengatasi persoalan ini

One response

  1. Interesting energy highly relevant to this site. My mother takes pleasure in concentrating on research and you will grasp why. Everybody knows all of the compelling way you deliver vital suggestions via this site and in addition attract contribution from much more relevant using this matter together with your personal princess is studying a good deal. Benefit from the relaxation around. You are the main one undertaking an admirable job.

    Like

%d bloggers like this: