Monthly Archives: May, 2013

Gubernur BI: Masyarakat Desa Hatinya Tak Tentram Jika Masuk Bank


Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengakui petani yang mayoritas merupakan masyarakat pedesaan masih jauh dari akses perbankan. Ia bahkan menyebutkan banyak diantara mereka, tampak tidak tentram walaupun hanya masuk ke dalam bank.

“Masyarakat di desa masuk ke kantor bank itu hatinya nggak tentram,” ungkap Darmin di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (8/5/2013)

Ada beberapa tawaran solusi, menurutnya yang bisa direalisasikan. Misalnya dengan penerapan agen perbankan yang bertugas mendatangi masyarakat dari rumah ke rumah.

“Jadi kita harus cari jalan, seperti melalui agen bank, melaui agen dari sistem pembayaran, ini komunikasinya supply sidenya akan lebih beres,” jawabnya.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan pentingnya perbankan bagi para petani, apalagi terkait permodalan. Dengan modal yang banyak, menurutnya petani bisa meningkatkan produksi.

“Karena tanpa ini, kami khawatir nanti kita kena trap, kita harus selalu mengimpor kalau ada kekurangan, padahal kita memungkinkan untuk produksi di dalam negeri. Kalau sektor perbankan mendukung, saya yakin akan bisa,” ungkapnya di kesempatan yang sama.

Akan tetapi, Ia menuturkan ada kerumitan yang mesti dialami petani. Misalnya sistem yang rumit dalam penyaluran kredit ke sektor pertanian.

“Perbankan ini sangat rigid ketika harus menyalurkan kredit atau modal kerja kepada sektor pertanian. Karena sektor pertanian masih dianggap high risk,” tutup Suswono.

Advertisements

Cadangan Devisa RI Meningkat Jadi US$ 107,2 Miliar di April 2013


Jakarta – Cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2013 meningkat hingga US$ 2,4 miliar dibandingkan pada akhir Maret 2013.

Dikutip dari situs resmi Bank Indonesia, Rabu (8/5/2013), per akhir April 2013 cadangan devisa RI tercatat US$ 107,2 miliar. Sedangkan pada akhir Maret kemarin cadangan devisa hanya berada di posisi US$ 104,8 miliar.

Cadangan devisa RI memang sempat turun pada akhir Maret 2013 lalu karena defisit transaksi berjalan yang meningkat. Hal tersebut disebabkan karena impor yang masih cukup tinggi, antara lain terkait masih tingginya konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak).

Cadangan devisa pada akhir Maret 2013 lalu mencapai 104,8 miliar dolar AS atau setara dengan 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Sementara itu, nilai tukar rupiah hari ini dibuka pada kisaran Rp 9.733/US$.

Berikut data cadangan devisa RI sejak awal 2013 :

-Januari 2013 : US$ 108,8 miliar
-Februari 2013 : US$ 105,2 miliar
-Maret 2013 : US$ 104,8 miliar
-April 2013 : US$ 107,2 miliar

BI Mulai Desain Uang Rupiah Baru Dengan Tanda Tangan Menkeu


Jakarta – Bank Indonesia (BI) mulai berkomunikasi dengan pemerintah untuk membahas tahapan awal implementasi penerbitan uang rupiah baru. Hal ini dilakukan seiring dengan penerapan UU Mata Uang.

“Bank Indonesia akan melakukan penerbitan uang rupiah baru yang akan diperkenalkan ke masyarakat pada tanggal 17 Agustus 2014. Pada tahun 2013, Bank Indonesia akan memulai komunikasi dengan Pemerintah sebagai tahapan awal implementasi penerbitan uang rupiah baru,” jelas BI dalam Publikasi Laporan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang seperti dikutip detikFinance, Senin (13/5/2013).

Sejalan dengan itu, BI juga akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah mengenai desain uang rupiah baru maupun dalam rangka penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Gambar Pahlawan yang akan digunakan sebagai desain utama.

“Di sisi lain, untuk mendukung kelancaran tahapan implementasi penerbitan uang rupiah baru tersebut, kebijakan Bank Indonesia pada tahun 2013 diarahkan untuk mendukung terlaksananya pembentukan Komite Nasional. Bank Indonesia bersama dengan Kemenkeu dan Kemenkumham juga akan mengambil langkah-langkah untuk mendukung proses legislasi penerbitan uang rupiah baru ini,” tulis BI.

Seperti diketahui, dalam pasal 5 UU Mata Uang terdapat ciri-ciri rupiah yang baru baik kertas maupun logam. Antara lain memuat:

-Gambar lambang negara ‘Garuda Pancasila’
-Frasa ‘Negara Kesatuan Republik Indonesia’
-Sebutan pecahan dalam angka dan huruf sebagai nilai nominalnya
-Tanda tangan pihak Pemerintah dan Bank Indonesia
-Nomor seri pecahan
-Tahun emisi dan tahun cetak

%d bloggers like this: