Bursa ASEAN Berprospek Cerah pada 2014


KOMPAS.com — Analis dari Jupiter Sekuritas Malaysia, Benny Lee, memprediksi prospek pasar modal atau bursa di kawasan ASEAN pada 2014 cukup cerah, meskipun saat ini menghadapi tantangan terkait pengurangan stimulus moneter (tapering) dari Bank Sentral AS, The Fed.
“Saya kira potensinya baik dalam jangka panjang karena pasar sedang berkembang. Tidak ada alasan bagi investor untuk khawatir,” kata Benny Lee dalam Forum Bursa Malaysia di Kuala Lumpur, Kamis (23/1/2014).

Chief Market Strategist Jupiter Sekuritas itu menjelaskan bahwa bursa Filipina, Thailand, dan Indonesia tumbuh di kawasan ASEAN sejak 2009. Bursa-bursa ini memang mengalami gejolak ketika The Fed mengumumkan rencana tapering, kata Benny, tetapi menurut dia, kondisi bursa akan relatif stabil mulai semester II 2014.

“Kesempatan untuk berkembang secara keseluruhan sangat positif,” kata Benny. Dia mengatakan, prestasi bursa di kawasan Asia Tenggara dapat makin meningkat dan siap untuk implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015. Syaratnya, tak ada tantangan eksternal yang mengganggu kinerja positif saat ini.

“Mereka harus bisa mempromosikan dan memperkuat jaringan sesama ASEAN,” ujar Benny. Ia menambahkan, fundamental yang kuat di kawasan ini didukung kinerja bursa Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Ketiga bursa ini pada 2013 mencatatkan kinerja baik dengan kapitalisasi tinggi.

“Malaysia bergantung pada ‘domestik institution’, sedikit melambat tapi stabil, berbeda dengan Indonesia dan Thailand yang memiliki investor global dengan pertumbuhan kuat, namun rentan terhadap tekanan eksternal,” kata Benny.

Sebagai langkah persiapan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN, Bursa Malaysia dan Bursa Singapura telah membentuk The ASEAN Trading Link dengan membuka kemungkinan Bursa Thailand untuk bergabung. Namun, Bursa Efek Indonesia belum memberikan respons terkait pembentukan jaringan tersebut.

%d bloggers like this: