Perbankan Asia Cukup Kuat Hadapi Dampak “Tapering”


KOMPAS.com – Perbankan Asia dinilai memiliki cukup modal untuk menghindari risiko akibat program pengurangan stimulus moneter (tapering) dari bank sentral AS. Hal ini disampaikan biro pemeringkatan Moody’s.

“Secara umum kami melihat stabilitas yang besar dari perbankan di Asia pada tahun 2014. Salah satu alasan kenapa kami tetap pada proyeksi stabilitas ini karena perbankan Asia memiliki “tameng” yang cukup kuat untuk menghadapi masa-masa penuh tantangan ke depan. Kapitalisasi mereka biasanya cukup kuat,” kata Managing Director Institusi Finansial Moody’s Asia Pasifik Stephen Long seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (23/1/2014).

Moody’s mengatakan, kebanyak perbankan Asia didanai oleh deposito. Dampak apapun dari tapering The Fed akan datang dalam bentuk harga aset yang terdepresiasi dan bukan dari arus modal keluar.

Moody’s menjelaskan, sementara bank-bank di Singapura dan Hongkong menjaga peringkat atas mereka, proyeksi mereka dihantui risiko bubble properti.

Dalam pernyataannya, Moody’s menyatakan pihaknya mengharapkan perbankan Asia akan menghadapi situasi kualitas aset yang lebih menantang di 2014. Adapun kestabilan ekonomi regional yang didorong ekonomi global yang akan mendukung profil kredit perbankan.

Bulan lalu Bank Dunia menaikkan prediksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini, sejalan dengan menggeliatnya baik negara maju maupun berkembang pasca krisis keuangan tahun 2008.

Bank Dunia mengatakan ekonomi dunia diestimasikan mencapai 3,2 persen tahun ini, dibandingkan 2,4 persen tahun lalu.

%d bloggers like this: