WEF Davos: Ini 10 Risiko Global yang Paling Mengkhawatirkan


Bisnis.com, Dalam Pertemuan Tahunan World Economic Forum di Davos, Swiss, mencuatkan banyak informasi terbaru dan penting, di antaranya adalah tentang risiko yang mengancam dunia dalam 1 dekade mendatang.

Laporan Global Risks 2014 yang dirilis pada forum tersebut menyebutkan peta risiko global dalam lima kategori , yakni ekonomi, lingkungan, geo -politik, teknologi dan masyarakat, sesuai dengan tingkat perhatian, kemungkinan dan dampak, dan interkoneksi antara mereka.

Laporan ini ditulis oleh Margareta Drzeniek adalah Direktur dan Ekonom Utama pada Global Competitivenes Forum Ekonomi Dunia & Benchmarking Network, berdasarkan survei dari komunitas Forum Ekonomi Dunia.

Drzeniek memaparkan ada 31 macam risiko global yang paling dikawatir kan terjadi dalam 1 dekade mendatang. Berikut ini adalah 10 risiko global yang paling menjadi perhatian dunia.

1 . Krisis fiskal di negara kunci
Karakter krisis fiskal sebagai risiko tertinggi dalam laporan Risiko global tahun ini. Negara maju tetap dalam bahaya, sementara banyak pasar negara berkembang telah melihat pertumbuhan kredit dalam beberapa tahun terakhir, yang bisa menyulut krisis keuangan. Sebuah krisis fiskal di setiap negara utama bisa dengan mudah memiliki dampak global.

2 . Pengangguran struktural yang tinggi / setengah pengangguran.
Pengangguran muncul di level risiko kedua secara keseluruhan, karena banyak orang di maju maupun negara berkembang berjuang untuk mencari pekerjaan. Orang2 muda sangat rentan di mana pengangguran kaum muda setinggi 50% di beberapa negara dan setengah pengangguran (dengan pekerjaan berkualitas rendah) tetap lazim, terutama di pasar negara berkembang dan berkembang.

3 . Krisis air.
Risiko lingkungan menjadi karakter menonjol dalam daftar tahun ini. Krisis air, misalnya, menempati peringkat sebagai keprihatinan tertinggi ketiga, menggambarkan krisis kesadaran yang berlanjutan & berkembang sebagai akibat dari salah urus dan meningkatnya kompetisi untuk sumber daya air yang sudah langka.

4 . Disparitas pendapatan Parah.
Ini erat terkait dalam hal risiko sosial, kesenjangan pendapatan juga menjadi di antara masalah yang paling mengkhawatirkan. Kekhawatiran mengenai efek krisis keuangan di kelas menengah di negara maju telah mengemuka, sementara itu globalisasi telah membawa polarisasi pendapatan di negara berkembang dan negara-negara berkembang.

5 . Kegagalan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Bahkan sebagai pemerintah dan perusahaan diimbau untuk mempercepat pengurangan gas rumah kaca, jelas bahwa perlombaan ini tidak hanya untuk mengurangi perubahan iklim tetapi juga untuk beradaptasi. Kegagalan untuk beradaptasi memiliki efek terbesar pada komunitas yang paling rentan, terutama di negara-negara kurang berkembang.

6 . Insiden lebih besar dari peristiwa cuaca ekstrim (misalnya banjir, badai, kebakaran).
Perubahan iklim merupakan pendorong utama dari pola cuaca yang tidak menentu dan berubah, yang menyebabkan peningkatan frekuensi kejadian cuaca ekstrim seperti banjir dan kekeringan. Laporan Global Risks 2014 menarik perhatian pada implikasi gabungan dari risiko lingkungan terhadap perkembangan dan keamanan isu-isu kunci, seperti ketahanan pangan dan ketidakstabilan politik dan sosial, yang masing – masing menempati peringkat ke-8 dan ke-10.

7 . Kegagalan pemerintahan global.
Risiko kegagalan pemerintahan global, yang terletak di jantung peta risiko, dipandang oleh responden sebagai salah satu risiko yang paling ter -hubung dengan orang lain. Lembaga yang lemah atau tidak memadai secara global, perjanjian atau jaringan, dikombinasikan dengan persaingan kepentingan nasional dan politik, menghambat upaya untuk bekerja sama dalam mengatasi risiko global.

8 . Krisis pangan.
Salah satu risiko sosial teratas dalam laporan itu adalah krisis pangan yang terjadi ketika akses terhadap kuantitas dan kualitas makanan dan gizi yang tepat menjadi tidak memadai atau tidak dapat diandalkan. Krisis pangan sangat terkait dengan risiko perubahan iklim dan faktor yang berhubungan.

9 . Kegagalan keuangan mekanisme / lembaga utama.
Lebih dari lima tahun setelah runtuhnya Lehman Brothers, kegagalan mekanisme keuangan besar atau lembaga juga memiliki karakter risiko yang paling dikhawatirkan oleh responden, karena ketidakpastian tentang kualitas aktiva banyak bank.

10 . Ketidakstabilan politik dan sosial yang parah.
Di nomor 10 adalah risiko bahwa satu atau lebih negara kritis sistemik akan mengalami erosi yang signifikan atas kepercayaan dan kewajiban timbal balik antara negara dan warga negara. Hal ini bisa mengakibatkan runtuhnya negara, kekerasan dalam negeri, ketidakstabilan regional atau global dan potensi konflik militer.

2 responses

  1. thank you very much for your attention

    Like

  2. Excellent post. You must continue to offer excellent resources and content like you have been offering. I will most likely stop by again in the future.

    Like

%d bloggers like this: