Industri Perbankan Indonesia Stabil


Bisnis.com, JAKARTA – Moody’s Investor Service, lembaga pemeringkat internasional, memprediksi prospek bisnis perbankan di Indonesia akan tetap stabil karena didukung oleh tingginya margin laba serta permodalan.

Meski demikian, lembaga pemeringkat ini menilai industri perbankan perlu mewaspadai kualitas aset di tengah perlambatan kondisi ekonomi.

Srikanth Vadlamani, Wakil Presiden dan Analis Senior Moody’s, mengatakan rasio kredit bermasalah (non-performing loan) akan naik, didorong oleh kombinasi dari pertumbuhan penyaluran kredit yang melampaui 20% selama beberapa tahun dan melambatnya pertumbuhan ekonomi.

“Kendati demikian, industri perbankan berada pada kondisi yang kuat untuk mampu menahan penurunan kualitas aset dan mempertahankan tingkat pemrodalan,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (19/2/2014).

Dalam laporan berjudul ‘Indonesia Banking System Outlook’ yang merupakan ekspektasi Moody’s terhadap kondisi perbankan di Indonesia dalam jangka waktu 12-18 bulan ke depan, disebutkan bahwa sistem perbankan sangat dipengaruhi oleh lima hal yakni operasional, kualitas aset dan permodalan, pendanaan dan likuiditas, profitabilitas dan efisiensi, dan sistem pendukung.

Moody’s menilai dua faktor utama akan mengalami penurunan kualitas, namun tiga lainnya diperkirakan akan tetap stabil.

%d bloggers like this: