Ini Alasan BI Lebih Pilih Penguatan Rupiah Secara Bertahap


BI

Bisnis.com, Bank Indonesia menginginkan agar penguatan rupiah berjalan mulus, sehingga tak mempersulit dunia usaha merencanakan kegiatan bisnisnya.

Direktur Kepala Grup Neraca Pembayaran Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter BI Doddy Zulverdi mengatakan kecenderungan rupiah menguat sepekan ini terjadi karena pulihnya kepercayaan pasar menyusul data positif perkembangan ekonomi RI.

Namun, bank sentral menginginkan apresiasi tak terlalu tajam meskipun sebelumnya rupiah melemah drastis hingga 26% tahun lalu.

“Kita ingin smooth karena salah satu yang ingin BI lihat dari perkembangan nilai tukar adalah stabilitas. Pergerakannya tidak terlalu tajam sehingga mempersulit orang merencanakan kegiatannya,” katanya, Senin (18/2/2014).

Sempat menguat ke kisaran Rp11.600 per dolar AS, rupiah kemarin ditutup di level Rp11.785 dan melemah ke Rp11.848 hari ini, Selasa (18/2/2014), menurut Bloomberg Dollar Index.

Apakah BI melakukan intervensi dengan membeli dolar AS untuk menahan rupiah agar tak menguat terlalu tajam? “Saya tidak tahu persis karena saya tidak masuk operasi pasar. Tapi yang jelas kalau nilai tukar diikuti hari ke hari, akan susah dimengerti. Kalau kemarin menguat bisa saja. Biasa, kalau di pasar itu ada istilah overshooting dan undershooting,” jelas Doddy.

Menurutnya, sepanjang pergerakan rupiah tidak mengganggu prospek pemulihan transaksi berjalan, BI tak perlu terlalu agresif mengintervensi pasar.

%d bloggers like this: