Daily Archives: February 21st, 2014

Target Pertumbuhan Ekonomi Direvisi Jadi 5,8%


http://koran.bisnis.com/read/20140220/244/204674/target-pertumbuhan-ekonomi-direvisi-jadi-58

Pertumbuhan Indonesia
Bisnis.com, Seperti diduga sebelumnya, pemerintah akhirnya merevisi hampir seluruh asumsi makro tahun ini, menyusul perkembangan ekonomi yang meleset jauh dari proyeksi APBN 2014. 

Dalam outlook terbaru yang dipaparkan Kementerian Keuangan dirapat Badan Anggaran DPR, Rabu (19/2), Pemerintah lebih realistis melihat prospek perekonomian tahun ini. Pertumbuhan yang di APBN 2014 dipatok 6%, dalam proyeksi terbaru itu bisa mengarah ke 5,8%. 

Outlook ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang lebih dahulu mengoreksi target pertumbuhan tahun ini ke batas bawah dari rentang 5,8%-6,2%. Sejalan dengan koreksi itu, pemerintah mengerek target inflasi menjadi 5,7%, dengan lompatan suku bunga surat perbendaraan negara (SPN) 3 bulan ke 6%.

Di sisi lain, rata-rata nilai tukar rupiah juga diproyeksi melejit ke kisaran Rp11.500-Rp12.000 per dolar—sesuai dengan kurs rupiah yang per 19 Februari 2014 ditutup Rp11.778 per dolar AS. Sasaran baru ini jauh dari asumsi APBN 2014 yang Rp10.500 per dolar AS.

Lifting minyak juga dikoreksi dari target awal 870.000 barel per hari (bph) menjadi 800.000-830.000 bph. Begitu pula lifting gas yang diprediksi 1.200-1.220 ribu bph setara minyak, lebih rendah dari asumsi awal 1.240 ribu bph setara minyak. Di luar itu, harga minyak ditaksir turun dari target US$105 per barel.

Dengan perubahan outlook hampir seluruh asumsi makro tersebut, Pemerintah mulai membulatkan niat mengajukan APBN Perubahan 2014 ke DPR. Berdasakan Pasal 27 UU No.17/2003 tentang Keuangan Negara,   perubahan asumsi makro adalah salah satu syarat pengajuan APBN Perubahan.

Menteri Keuangan M. Chatib Basri dalam rapat tersebut mengatakan deviasi target lifting minyak dan nilai tukar memberikan pengaruh besar terhadap postur APBN, terutama dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) migas dan subsidi energi.

“Kami akan kaji lebih jauh. Jika dirasa perlu, pemerintah akan minta adanya APBN Perubahan. Kami akan putuskan di internal dalam waktu dekat, apakah perlu dilakukan,” katanya.

Advertisements

Asumsi Makro Bergeser, Pemerintah Kaji Revisi APBN 2014


http://finansial.bisnis.com/read/20140221/9/205021/asumsi-makro-bergeser-pemerintah-kaji-revisi-apbn-2014

asumsi makro

Bisnis.com, Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan mengajukan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014, terkait adanya beberapa pergeseran dalam asumsi makro yang telah ditetapkan.

Jika diperlukan, revisi APBN akan dilakukan paling cepat pada Mei 2014 atau setelah Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif.

“Jika diperlukan APBN-P (APBN Perubahan) paling cepat Mei (2014), karena ada DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) baru kan pada Mei,” papar Menteri Keuangan M. Chatib Basri sebagaimana dilansir laman Kemenkeu, Jumat (21/2/2014).

Menkeu menjelaskan berdasarkan pengamatan terkini, outlook asumsi APBN 2014 mengalami pergeseran dibandingkan pagu yang telah ditetapkan, dengan dua asumsi yang mengalami pergeseran yaitu nilai tukar rupiah dan lifting minyak.  

Menurutnya, nilai tukar rupiah saat ini berada pada kisaran Rp11.500-Rp 12.000/US$ atau jauh dari asumsi APBN 2014 yang dipatok Rp10.500/US$. Depresiasi ini, lanjutnya, berpengaruh terhadap postur belanja dan pendapatan negara.

Terkait asumsi lifting minyak, Menkeu menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari hasil pertemuan dengan Komisi VII DPR, lifting minyak hanya akan mencapai 800.000- 830.000 barel per hari. Angka ini jauh lebih rendah dari asumsi makro dalam APBN 2014 yang ditetapkan 870.000 barel per hari.

Meskipun pada tahun depan ada kemungkinan terjadi peningkatan, lanjut Chatib, tetapi setelah 2015 lifting  minyak diperkirakan akan mengalami penurunan.

Selanjutnya, pada 2020 Indonesia diperkirakan akan menjadi negara importir BBM permanen. Oleh karena itu, menurutnya, isu subsidi bahan bakar minyak menjadi krusial dan harus diselesaikan secepatnya.

“Gambaran ini akan berpengaruh terhadap APBN dan belanja K/L (kementerian/lembaga),  maka pemerintah sekarang membahas secara intensif kemungkinan untuk APBN-P. Kami akan sampaikan secara resmi pada posisi yang lebih pasti,” jelasnya. 

Menkeu: Penguatan Rupiah Belum Pengaruhi Ekspor


US $ Vs Rp

Bisnis.com, JAKARTA–Menteri Keuangan M. Chatib Basri menilai penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi beberapa hari terakhir ini belum mempengaruhi kinerja ekspor nasional.

Hal tersebut dikarenakan, penguatan yang terjadi belum terlalu tajam, bahkan masih menempatkan rupiah pada level yang cukup lemah.

“Jadi sebetulnya kita belum perlu bicara mengenai risiko dari ekspor akan terpukul kalau pada level ini,” ujar Menkeu seperti dilansir laman Kemenkeu, Jumat (21/2/2014).

Menkeu menjelaskan berdasarkan perhitungan Bank Indonesia (BI), nilai rupiah saat ini masih berada di bawah level seharusnya. Dengan demikian, penguatan rupiah terhadap dolar AS masih berpeluang akan terjadi lagi sepanjang tahun ini.

“Kondisi rupiah yang belum mencapai nilai ideal, maka pemerintah belum akan melakukan revisi terhadap target penerimaan dan pengeluaran tahun ini. Kita juga belum menerima laporan mengenai penurunan ekspor,” terangnya.

Namun demikian, dia menganggap penguatan rupiah ke level di bawah Rp12.000/US$ merupakan hal positif dan diharapkan akan berlanjut ke depannya.

Di sisi lain, Menkeu menyakini bahwa BI akan menjaga volatilitas nilai tukar agar tidak terlalu tinggi, sehingga proses peningkatannya akan berjalan mulus. “Yang penting prosesnya berjalan smooth.”

%d bloggers like this: