Category Archives: Perbankan

BI Cermati Defisit Neraca Perdagangan


dollar

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/05/093620526/BI.Cermati.Defisit.Neraca.Perdagangan

JAKARTA, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia Juni 2014 mengalami defisit 0,30 miliar dollar AS setelah sebelumnya surplus 0,5 miliar dollar AS. Bank Indonesia (BI) memandang perkembangan neraca perdagangan sesuai dengan pola musimannya.

“BI memandang bahwa perkembangan neraca perdagangan Juni 2014 ini masih sesuai dengan pola musiman menjelang hari raya Idul Fitri dan diperkirakan kembali membaik didukung oleh peningkatan aktivitas ekspor seiring perbaikan ekonomi global,” tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam keterangan resmi, Selasa (5/8/2014).

Kinerja neraca perdagangan Juni 2014 tersebut dipengaruhi surplus neraca perdagangan nonmigas Juni 2014 yang menyusut di tengah penurunan defisit neraca perdagangan migas dibandingkan kondisi Mei 2014.

Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Juni 2014 tercatat 0,30 miliar dollar AS, menyusut dibandingkan surplus pada Mei 2014 sebesar 1,39 miliar dollar AS. Berkurangnya surplus nonmigas tersebut dipengaruhi oleh kenaikan impor nonmigas sebesar 11,41 persen (month to month/mtm) yang melampaui kenaikan ekspor nonmigas sebesar 1,43 persen (mtm).

Penurunan kinerja neraca perdagangan Juni 2014 tertahan oleh menyempitnya defisit neraca perdagangan migas yang turun menjadi 0,60 miliar dollar AS dari 1,34 miliar dollar AS pada Mei 2014. Ini disebabkan kenaikan ekspor migas sebesar 17,45 persen (mtm), baik minyak mentah, hasil minyak, dan gas, di saat impor migas terkontraksi 8,42 persen (mtm).

“BI akan terus mencermati risiko global dan domestik yang dapat mempengaruhi prospek defisit transaksi berjalan dan ketahanan eksternal,” kata Tirta.

Advertisements

BI: Inflasi Lebaran Terkendali


inflasi juli'14

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/05/101920126/BI.Inflasi.Lebaran.Terkendali?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

JAKARTA, Bank Indonesia (BI) menyatakan meski mengalami peningkatan, inflasi Juli 2014 sesuai dengan pola musiman Lebaran dah tetap terkendali. Inflasi IHK bulan Juli mencapai 0,93 persen (month to month/mtm).

Menurut BI, inflasi Lebaran tahun ini sedikit membaik dibandingkan laju inflasi Lebaran dalam 3 tahun terakhir yang rata-rata mencapai 1 persen (mtm). Secara tahunan inflasi IHK mencapai 4,53 persen (year on year/yoy), masih melanjutkan tren penurunan yang terjadi sejak awal tahun 2014.

“Bank Indonesia menilai inflasi hingga Juli 2014 ini masih sejalan dengan pencapaian sasaran inflasi 4,5 plus minus 1 persen pada 2014 dan 4,0 plus minus 1 persen pada 2015,” tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam pernyataan resmi, Selasa (5/8/2014).

Pada musim Lebaran kali ini, kenaikan inflasi bulan Juli terutama terjadi pada kelompok bahan makanan dan kelompok transportasi. Inflasi volatile food mencapai 2 persen (mtm) atau 2,63 persen (yoy) terutama disumbang komoditas ikan segar, beras, daging sapi dan bawang merah.

Sementara itu, inflasi inti masih terkendali dan relatif stabil mencapai 4,64 persen (yoy). Hal ini didukung oleh masih menurunnya harga komoditas global dan menguatnya nilai tukar rupiah, permintaan yang masih termoderasi, serta ekspektasi inflasi yang terjaga.

BI menyatakan akan terus mencermati berbagai risiko inflasi di semester II-2014, seperti potensi meningkatnya harga pangan akibat El Nino dan dampak dari pembatasan konsumsi BBM bersubsidi yang mulai diterapkan sejak 1 Agustus 2014.

“Untuk itu, Bank Indonesia secara konsisten akan menempuh langkah-langkah kebijakan dalam rangka mengelola inflasi dan meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Tirta.

Menkeu: Rupiah Melemah Bukan Karena Neraca Dagang Defisit


dollar

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/04/205439726/Menkeu.Rupiah.Melemah.Bukan.Karena.Neraca.Dagang.Defisit

JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) mencatat kurs tengah rupiah hari ini Senin (4/8) berada pada posisi 11.747 per dolar Amerika Serikat (AS). Padahal pada Jumat sebelumnya (1/8) rupiah menguat pada posisi 11.591.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, rupiah yang mengalami pelemahan pada hari ini lebih disebabkan dollar AS yang memang menguat terhadap semua mata uang. “Dolarnya menguat karena angka situasi di Amerikanya lebih bagus. Lebih karena faktor eksternal,” ujar Chatib yang dijumpai di Kementerian Keuangan, Senin (4/8).

Menurut dia, tak dimungkiri, ada juga faktor data neraca dagang Juni yang diumumkan hari ini. Defisit neraca dagang Juni yang mencapai 305,1 juta dollar AS, diakuinya lebih rendah dari estimasi pasar.

Estimasi pasar sendiri terhadap neraca dagang Juni adalah defisit sebesar 387 juta dollar AS. Karena itu, Chatib optimis pelemahan rupiah yang terjadi pada hari ini akan berlaku temporer alias sementara.

Cerita Hijaber

karena wanita berhijab punya fantasi dewasa...

Info Seputar Perbankan

Banking Information

Cerita Seks Dewasa | Cerita Ngentot | Cerita Panas | Cerita Hot

Kumpulan Cerita Seks Dewasa | Cerita Panas | Cerita Ngentot | Cerita Mesum Hot

Jati Mulyadi

the story of a little tree

djoko rusmanto

pt. winratama perkasa

Information & Technology

Banking Information

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: