Tag Archives: BEI

16 Emiten Turut Serta dalam Institusional Investor Day 2014


Index BEIJAKARTA—Sebanyak 16 perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut serta dalam acara Institusional Investor Day 2014 yang digelar selama dua hari, Rabu (7/5/2014) dan Kamis (8/5/2014). Acara tersebut akan digelar di Galeri Bursa Efek Indonesia, Gedung BEI Tower II Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav 52-53 Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, para emiten secara bergantian akan memberikan pemaparan kinerja dan prospek bisnisnya ke depan. Berikut emiten yang berpartisipasi di acara tersebut:

Rabu, 7 Mei 2014
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR)
PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
 PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META)
PT Vale Indonesia Tbk. (INCO)
PT BW Plantation Tbk. (BWPT)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN)
PT Cipaganti Citra Graha Tbk. (CPGT)
PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF)
 
Kamis, 8 Mei 2014
PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK)
PT Unilever Tbk. (UNVR)
 PT Adaro Energy Tbk. (ADRO)
PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR)
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN)
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT)
PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG)
PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN)
Advertisements

Indeks BEI: IHSG Ditutup Rebound 0,89%


http://market.bisnis.com/read/20140313/7/210505/indeks-bei-ihsg-ditutup-rebound-089

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melejit 41,78 poin atau 0,89% ke level 4.726,17 pada perdagangan Kamis (13/3/2014).

Sepanjang hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 4.691,29 hingga 4.726,17. Dari 489 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 172 saham menguat, 118 saham melemah, dan 199 saham stagnan.

Dari 9 sektor yang ada, hampir semua sektor menguat. Pelemahan hanya terjadi pada sektor pertanian, yakni sebanyak 2,74%. Sedangkan sektor industri dasar dan bahan kimia mencatatkan kinerja yang stagnan.

Sektor yang menguat dipimpin oleh consmer goods, yang melonjak 2,48%. Di belakangnya menyusul sektor infrastruktur dengan kenaikan 1,48%, dan sektor pertambangan yang menguat 1,25%.

Sektor finansial dan sektor industri lain-lain (miscellanous) juga naik masing-masing 0,81% dan 0,76%. Sektor properti, konstruksi, dan real estat menguat 0,2% dan sektor perdagangan naik 0,43%.

Pada saat yang sama indeks Bisnis 27 juga melemah 0,94% atau 3,73 poin ke level 402,56. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,37% ke level Rp11. 386US$.

Sektor-sektor saham pendorong indeks:

UNVR 4,14%

BBRI 1,64%

TLKM 1,62%

PGAS 2,81%

Sektor-sektor saham penekan indeks:

AALI -4,01%

SILO -8,87%

ASII -0,35%

BBNI -0,82%

Waspadai Down Reversal IHSG


http://market.bisnis.com/read/20140219/7/204623/waspadai-down-reversal-ihsg

waspada

Bisnis.com, JAKARTA –  Investor diimbau untuk mewaspadai potensi penurunan kembali (down reversal) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (19/2/2014).

Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities, mengatakan nampaknya IHSG mencoba untuk tetap bertahan di zona hijau meski secara teknis terindikasi kian dekat pada area overbought.

“Bahkan dalam ulasan sebelumnya telah kami sampaikan bahwa kenaikan IHSG terindikasi mulai terbatas dan cenderung berbalik melemah jika sentimen yang ada tidak cukup mendukung. Lagipula, pola yang sama pernah terjadi di minggu 4 Januari lalu, sehingga waspadai potensi down reversal,” ujarnya dalama hasil riset yang diterima Bisnis.com, Rabu (19/2/2014).

Sentimen yang ada, lanjutnya, memang tidak terlalu mendukung seperti perkiraan, di mana data-data dari Eropa dan AS sebelumnya menunjukkan penurunan sehingga membuat laju kedua bursa saham tersebut mulai terbatas.

“Tetapi, IHSG ternyata mampu bergerak ke arah berlawanan dari keduanya. Laju rupiah yang melemah tipis juga tidak menghalau kenaikan IHSG,” jelasnya.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.592,65 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.559,33, level terendahnya, di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.592,65.

Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Sedangkan investor domestik mencatatkan nett sell.

%d bloggers like this: