Tag Archives: padi

Harga Beras di Cirebon Berangsur Turun


REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Sebagian petani di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mulai panen. Hal ini membuat harga berbagai jenis beras selama sepekan terakhir berangsur-angsur turun.

“Harga beras di daerah Pantura Kabupaten Cirebon dan Indramayu beberapa bulan lalu tinggi akibat kesulitan pasokan, kini petani mulai panen sehingga berangsur turun,” kata seorang pedagang beras di Pasar Jagastru Kota Cirebon Leman di Cirebon, Rabu.

Dia mengatakan harga beras sempat melambung hingga Rp 9.200 per kilogram untuk kualitas baik, sedangkan saat ini untuk beras medium kualitas sedang Rp 7.500 atau mengalami penurunan karena awal musim panen. Ia mengatakan harga beras di Pantura Cirebon dan Indramayu masih tergantung pasokan gabah kering dari petani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Perkebunan, Pertenakan, dan Kehutanan Kabupaten Cirebon Wasman mengatakan sebagian petani di Cirebon sudah mulai panen.

Dia mengharapkan pasokan gabah kering berjalan normal karena target pada 2012 sekitar 6,7 ton per hektare dari luas lahan pertanian 45 ribu hektare.

Ia mengatakan pasokan gabah secara lancar biasanya membuat harga beras stabil, karena kenaikan beras selama ini akibat musim kemarau berkepanjangan yang membuat musim tanam mundur dan panen terlambat.

Produksi gabah pada 2012 diperkirakan tercapai karena sawah petani aman dari serangan hama.

Advertisements

Dahlan Iskan Ikut Panen di Tasikmalaya


TASIKMALAYA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Minggu (7/4) menghadiri acara panen raya program gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi (GP3K) BUMN, yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Kujang masa tanam tahun 2012/2013.

Tak hanya menghadiri acara saja, mantan bos PLN itu turut berbaur dengan para petani lainnya dan ikut memanen. Dalam acara tersebut, hadir pula Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Arifin Tasrif, Direktur Utama Pupuk Kujang Bambang Tjahjono, Kadis Pertanian Tasikmalaya serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutan tertulisnya Bupati Tasikmalaya H. Ruzhanul Ulum yang disampaikan Kadis pertanian, mengucap rasa syukur atas adanya program GP3K ini.

“Dengan adanya program GP3K ini di tahun 2012 lalu, surplus di Tasik sekitar 257.419,27 ton. Angka tersebut setara dengan beras yang sangat mendukung program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di Tasik. Total lahan sawah di Tasik seluas 49.506 Ha dan padi di sini telah memberi kontribusi yang cukup besar terhadap produk domestik regional bruto (pdrb),” ujarnya di Kampung Cihonje, Desa Suka Karsa, Tasikmalaya, Minggu (7/4).

Saat diberikan kesempatan untuk memberikan sambutannya, Dahlan lebih memilih berdialog dengan masyarakat dan para petani. Serta mengajak Dirut Pupuk Indonesia dan Dirut Kujang untuk naik ke atas panggung.

Kemudian, salah seorang petani, H. Samad bercerita pada Dahlan bahwa hasil pertanian lebih baik dari tahun sebelumnya. Sehingga dia berharap program ini dapat berlanjut.

“Di sini pupuk Kujang sangat membantu meningkatan produksi pertanian, kami berharap agar program GP3K atau Yarnen ini terus di perluas dan ditingkatkan,” harap Samad.

Mendengar hal tersebut, Dirut Pupuk Kujang menjamin ketersediaan Pupuk di Jawa Barat akan terpenuhi. Dan bila ada perbedaan harga, maka pihaknya menghimbau untuk segera melapor.

Terakhir, Dahlan berpesan pada semua pihak agar selalu bergotongroyong dan bekerjasama dengan baik untuk mensukseskan program ini.”Produktivits tanah juga penting diperhatikan. Agar para petani mengikuti program GP3K ini, komposisi pupuknya harus sangat bagus dengan komposisi 2, 3, 5 (2 kwintal Urea, 3 kwintal NPK dan 5 Kwintal Organik). Sehingga tanah tetap terjaga kesuburannya,” pungkas Dahlan.

Target Produksi Padi 2013; 7,5 Juta Ton


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian, Suswono menargetkan pada 2013 ini produksi padi nasional bisa mencapai 7,5 juta ton. Ia optimistis hal tersebut bisa tercapai.

Apalagi melihat produksi padi nasional di 2012 yang mengalami peningkatan. Ia menjelaskan, berdasarkan angka sementara (Asem) BPS, produksi padi nasional tahun lalu mencapai 69,05 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). “Itu mengalami kenaikan sebesar 3,29 juta ton atau 5 persen dibanding 2011,” katanya, Rabu (6/3).

Menurutnya, angka pertumbuhan produksi 5 persen pada tahun 2012 jelas lebih baik dari target pertumbuhan yang tercantum dalam roadmap Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) pada tahun 2012 sebesar 3,21 persen. Karena itu, ia merasa optimistis target surplus beras 10 juta ton pada 2014 bisa tercapai.

Data BPS menyebutkan, kenaikan produksi padi nasional tersebut berasal dari kenaikan produksi di Jawa sebesar 2,12 juta ton dan di luar Jawa sebesar 1,17 juta ton. Kenaikan produksi terjadi karena peningkatan luas panen seluas 239,80 ribu hektare (1,82 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 1,56 kuintal per hektare (3,13 persen).

Jika dilihat periode tanamnya, kenaikan produksi padi tahun 2012 sebesar 3,29 juta ton (5,0 persen) berasal dari subround Januari−April dan subround Mei−Agustus masing-masingsebesar 1,50 juta ton (4,91 persen) dan 2,45 juta ton (11,62 persen). Sementara pada subround September−Desember, produksi mengalami penurunan sebesar 0,67 juta ton (4,74 persen) dibanding produksi pada subround yang sama tahun 2011 (year-on-year).

%d bloggers like this: