Tag Archives: suku bunga

BI Perluas Instrumen Moneter untuk Proyek Infrastruktur


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menilai instrumen moneter perlu diperluas dalam rangka memunculkan sumber-sumber dana jangka panjang yang dapat digunakan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur.

“Memang menjadi pemikiran kami juga, perlu dikembangkan bahwa instrumen moneter itu bisa diperluas dan tidak hanya terbatas kepada SBN (Surat Berharga Negara),” kata Asisten Gubernur BI Hendar saat diskusi tentang pembiayaan infrastruktur di Jakarta, Jumat (3/5).

Hendar mengatakan, instrumen moneter juga bisa bersumber dari penerbitan obligasi yang diterbitkan oleh BUMN atau korporasi yang diklasifikasikan sebagai obligasi yang memiliki kualitas tinggi. “Ketentuan BI sekarang juga sudah ada ruang bagi PBI-nya untuk melakukan itu di pasar sekunder,” ujarnya.

Dengan cara seperti itu, lanjut Hendar, diharapkan bank pun tidak akan ragu untuk membeli obligasi tersebut, karena kapan saja bank membutuhkan likuiditas, bisa di-repurchase agreement (beli kembali) kepada bank sentral. “Nah pemikiran ini tentu di sisi lain bisa memberikan kontribusi bagi tumbuhnya dana jangka panjang,” kata Hendar.

Sementara itu, untuk kepentingan likuiditas, dari investor termasuk bank yang memegang obligasi itu tidak perlu khawatir, karena BI memiliki standing facility untuk merepokan SBN tersebut. “Penerbitan bisa dari swasta, pemda, atau BUMN yang memang layak dirating memiliki obligasi berkualitas tinggi,” tuturnya.

Hendar menambahkan, dengan penerbitan surat utang pemerintah itu selain bisa memberikan peluang bagi terjadinya pendalaman pasar obligasi, tapi di sisi lain juga membantu menyehatkan struktur aset bank sentral. “Karena selain cost yang keluar, tentu saja ada return yang kita terima, meskipun tentu itu bukan jadi tujuan yang utama,” katanya.

Selain penerbitan obligasi, pemberian insentif bagi para pemilik dana juga dapat menumbuhkan minat mereka menempatkan dananya untuk jangka yang lebih panjang. Menurut dia kalau dilihat struktur bank yang sekarang, sedikit sekali insentif yang diberikan bahkan untuk menarik dana jangka panjang.

Dari sisi suku bunga, deposito yang satu bulan dan tiga bulan bedanya mungkin tidak terlalu signifikan. Kalau bisa berikan suku bunga yang lebih kecil, ini merupakan salah satu insentif juga dari sisi kebijakan moneter,” ujar Hendar.

Advertisements

Menanti GBI ‘Ketuk Palu’ Suku Bunga Acuan


JAKARTA – Para Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) dijadwalkan melakukan rapat bulanan hari ini. Dalam rapat bulanan tersebut, BI akan mereview perkembangan ekonomi baik Indonesia maupun global.

Setelah review dilakukan, maka para Dewan Gubernur akan menentukan arah kebijakan moneter. Salah satu kebijakan yang ditetapkan dalam rapat tersebut, adalah terkait suku bunga acuan BI alias BI Rate.

Saat ini, BI Rate masih berada di kisaran 5,75 persen, Dewan Gubernur BI telah menetapkan BI Rate sejak Februari 2011. Alasannya, lantaran ekonomi Indonesia masih stabil, dan inflasi masih terkendali.

Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan Februari sudah mencapai 0,75 persen, sementara untuk inflasi bulanan Januari mencapai 1,03 persen. Dengan demikian dalam dua bulan inflasi tahunan telah mencapai 1,78 persen, padahal tahun ini BI mematok inflasi pada kisaran 4,5 plus-minus satu persen.

Para analis pun berbeda pendapat menyikapi suku bunga acuan BI ini. Vice President Head of Equity Research Danareksa Sekuritas, Chandra Pasaribu memperkirakan BI rate masih akan bertahan pada level 5,75 persen hingga akhir 2013, lantaran prospek pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat.

Sementara Direktur Global Market HSBC Indonesia Ali Setiawan menilai BI harus segera menaikkan suku BI Rate karena inflasi per bulan semakin meningkat. BI pasti telah memiliki standar tersendiri untuk bisa menaikkan dan menurunkan suku bunga acuannya.

Sedangkan menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada para pelaku pasar akan menunggu (wait and see) pertemuan internal bank sentral, baik dari BI, Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ), Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB).

KAMUS BISNIS: Apa itu Operasi Moneter? Inilah pengertian ringkasnya


Apa yang dimaksud Operasi Moneter? Ini penjelasan ringkas Kerangka Operasi Moneter menurut Bank Indonesia:

Dalam rangka mencapai sasaran akhir kebijakan moneter, Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter melalui pengendalian suku bunga (target suku bunga). Sikap kebijakan moneter dicerminkan oleh penetapan suku bunga kebijakan (BI Rate).

Dalam tataran operasional, BI Rate tercermin dari suku bunga pasar uang jangka pendek yang merupakan sasaran operasional kebijakan moneter. Sejak 9 Juni 2008, BI menggunakan suku bunga Pasar Uang Antara Bank (PUAB)1 overnight (o/n) sebagai sasaran operasional kebijakan moneter.

Agar pergerakan suku bunga PUAB o/n tidak terlalu melebar dari anchor-nya (BI Rate), Bank Indonesia selalu berusaha untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan likuiditas perbankan secara seimbang sehingga terbentuk suku bunga yang wajar dan stabil melalui pelaksanaan operasi moneter (OM).

Operasi Moneter adalah pelaksanaan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia dalam rangka pengendalian moneter melalui Operasi Pasar Terbuka dan Standing Facilities. Operasi Pasar Terbuka yang selanjutnya disebut OPT merupakan kegiatan transaksi di pasar uang yang dilakukan atas inisiatif Bank Indonesia dalam rangka mengurangi (smoothing) volatilitas suku bunga PUAB o/n.

Sementara instrumen Standing Facilities merupakan penyediaan dana rupiah (lending facility) dari Bank Indonesia kepada Bank dan penempatan dana rupiah (deposit facility) oleh Bank di Bank Indonesia dalam rangka membentuk koridor suku bunga di PUAB o/n. OPT dilakukan atas inisiatif Bank Indonesia, sementara Standing Facilities dilakukan atas inisiatif bank.

SUMBER: Bank Indonesia

%d bloggers like this: