Tag Archives: Tasikmalaya

Inflasi Juli di Tasik Diduga Tinggi


TASIKMALAYA–Akhir Juli diperkirakan merupakan puncak inflasi akibat kenaikkan harga BBM. Di harapkan angka inflasi diperkirakan kembali stabil pada bulan September mendatang.

Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Wahyu Purnama mengatakan inflasi Tasikmalaya pada bulan Juni sebesar 4,9%. Di bulan Juli kemungkinan meningkat tinggi akibat kenaikkan harga BBM, Tahun ajaran baru 2013/2014, Ramadan dan jelang Idulfitri 1434H.

“Diperkirakan puncak inflasi terjadi pada bulan Juli kemudian menurun di Bulan Agustus. Secara Nasional BI memperkirakan kenaikkan harga BBM dapat mendorong inflasi hingga 2-3%,” ungkap Wahyu, di sela-sela kunjungan Forum Komunikasi pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tasikmalaya ke pasar tradisional, Kamis (18/7/2013).

Menurutnya, event tahun ajaran baru, Ramadan dan Idulfitri umumnya terjadi lonjakan permintaan kebutuhan bahan pokok, yang mendorong peningkatan harga barang. Dalam kasus-kasus tertentu sering dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk penimbunan barang, demi mengambil keuntungan yang tidak wajar.

“Oleh karena itu BI akan terus melakukan langkah koordinasi bersama pemerintah Kota Tasikmalaya, menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok, serta mengambil kebijakan yang diperlukan untuk meminimalkan dampak negative kenaikkan harga BBM bagi masyarakat,” katanya.

Menurut informasi dilapangan, pemerintah Kota Tasikmalaya juga akan segera mengadakan operasi pasar berupa paket beras, minyak sayur, gula dan telur bagi masyarakat golongan ekonomi lemah. Wahyu juga mengimbau, masyarakat jangan khawatir ketersediaan pasokan kebutuhan pokok, berdasarkan pemantauan FKPI, seluruh kebutuhan pokok tersedia dalam jumlah yang cukup besar.

“Masyarakat dihimbau untuk tidak membeli barang secara berlebihan,dan para pengusaha jangan melakukan penimbunan barang,” tutup Wahyu Purnama.

Advertisements

Dampak Gejolak Bawang Bagi Produsen Olahan di Tasik


TASIKMALAYA (bisnis-jabar.com) — Mahalnya harga bawang di pasaran membuat produsen olahan berbahan baku bawang kerepotan mensiasati usahanya. Harga jual produksi olahan bawang tidak sebanding dengan harga bahan baku yang melambung tinggi.

Seperti yang dialami pengusaha bawang goreng Enang Heryadi, Pengusaha asal Kampung Lewosari, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya itu terpaksa menutup usahanya sejak beberap minggu yang lalu. Ia sendiri sudah menjalankan usaha tersebut sejak tahun 2004.

“Dalam kondisi normal, harga bawang Rp3.000-4.000/kg saya bisa memproduksi 2,5 hingga 3 kwintal perhari. Sekarang, boro-boro mendapat kualitas bawang bagus, bawang sisa saja sudah mahal. Bahan baku tersebut kalau dipaksakan jelek juga,” ujar Enang di tempat usahanya, akhir pekan lalu.

Sebenarnya, tanda-tanda kemunduran usahanya sudah terasa sejak Desember tahun lalu. Saat itu harga bawang merah sudah menembus angka belasan ribu rupiah per kg-nya. Ia pun mengurangi jumlah produksi. Namun, menginjak bulan Februari 2013, bawang merah segar sudah mencapai Rp20.000/kg. Saat itu ia menyerah dan menutup sementara usahanya sekaligus merumahkan sepuluh pegawainya.

“Kalau tidak tutup, mereka harus tetap saya bayar. Kini masih ada ada enam pegawai yang masih saya upah, mereka yang menjaga kios di pasar Cikurubuk dan dua orang di rumah buat beres-beres,” katanya.

Bapak dua anak itu berharap harga bawang merah dan pasokannya kembali normal. Apalagi empat bulan mendatang akan menghadapi bulan puasa. Biasa di bulan puasa, permintaan banyak dan meraup untung. “Sebagai masyarakat kecil tolong saya berharap harga bawang merah stabil. Niat pemerintah untuk menolong petani saya dukung, tetapi di sisi lain jadi masalah. Makanya cari jalan keluar, tolong kami juga perlu pasokan bawang yang normal,”ucapnya.

Salah seorang pengepul bawang merah Obar ,43, warga Cilingga, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi mengaku usahanya menurun drastis akibat barang langka. Saat normal kata dia, kiriman bawang merah dari Berebes Jawa Timur bisa mencapai 20 ton per hari dengan harga rata-rata Rp12.000 – Rp13.000 per kg yang bisa dijual rata-rata Rp15.000 – Rp16.000 per Kg. Sekarang kata dia, untuk mendatangkan bawang merah sebanyak 5 ton sangat susah.

Untuk saat ini, harga bawang di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya di tingkat eceran perlahan menurun antara Rp45.000 – Rp50.000/kg baik bawang merah maupun bawang putih. Sebelumnya harga bawang merah di pasar Cikurubuk sempat mencapai Rp60.000/kg dan bawang putih mencapai Rp70.000/kg

%d bloggers like this: