Produk Unggulan Wilker KPwBI Tasikmalaya


BORDIR

Sudah lama penduduk Kota Tasikmalaya dikenal pandai membuat barang-barang kerajinan yang unik dan menarik seperti bordir, kelom geulis, tikar dan anyaman mendong. Untuk produk bordir sendiri, bahkan sasaran pasarnya bukan sebatas pasar nasional saja, namun sudah sampai ke manca negara. Kerajinan bordir menghasilkan aneka produk seperti kebaya, mukena, kerudung atau taplak meja yang harganya mulai ribuan hingga jutaan rupiah. Tidak sulit mencari sentra kerajinan ini karena ada 4 (empat) kecamatan yang penduduknya banyak berkecimpung di bidang tersebut, yaitu Kecamatan Cibeureum, Cipedes, Mangkubumi dan Kawalu. Saat ini banyak produk bordir yang dipasarkan di Pasar Tanah Abang Jakarta setiap hari Senin dan Kamis dengan omzet Rp 30 milyar per bulan, sementara untuk pasar ekspor bordir telah mampu menembus negara-negara Saudi Arabia, Singapura, Malaysia, dan Afrika. Sehingga misi The World Moslem Fashion semoga akan terwujud dengan digemarinya produk-produk pakaian muslim dari Tasikmalaya.

INDUSTRI MENDONG

Mendong adalah jenis kerajinan anyaman yang menggunakan bahan baku tanaman mendong. Ada dua jenis anyaman mendong yang dihasilkan, yaitu tenunan mending ered (diproduksi oleh pengrajin mending untuk tikar), serta tenunan madani yang tidak hanya dipergunakan untuk tikar namun juga untuk produk mending lainnya.

Sekarang ini hasil diversikasi yang berbahan dasar anyaman mendong, dapat dilihat pada produk interior ruangan, box multiguna, peralatan rumah tangga, peralatan kantor dan lainnya. Bahkan untuk jenis tikar pun, sudah berkembang bentuk/ jenis struktur anyamannya menjadi lebih menarik serta praktis. Respon pasar cukup baik, ditunjukkan dengan permintaan pasar yang terus meningkat bahkan untuk permintaan ekspor dengan tujuan AS, Inggris, Kanada, Spanyol, New Zealand, Afrika Selatan, Jepang serta Mesir.

Sentra usaha mendong Kota Tasikmalaya, berada di Kecamatan Cibeureum, Kecamatan Tamansari serta Kecamatan Indihiang. Bahan baku mending dipenuhi oleh warga sekitar sentra kerajinan ditambah supply dari beberapa wilayah di Jawa Tengah.

KELOMGEULIS

Kelom di ambil dari bahasa belanda ‘kelompen’ yang artinya sandal kayu. Istilah kelom geulis sendiri berasal dari bahasa sunda yang berarti sandal kayu cantik. Sandal kelom biasanya di pakai untuk acara hajatan ataupun acara resmi.

Kelom Geulis terbuat dari kayu mahoni atau albasia. Kelom ini dibuat secara manual dengan menggunakan tangan. Agar tampak menarik, kelom di berikan hiasan ukiran dengan motif bunga. Sekarang ini, terdapat juga kelom dengan menggunakan hiasan cat air brush dan juga hiasan batik atau yang lebih di kenal dengan kelom batik.

Kerajinan kelom geulis banyak di produksi sebagai home industri. Sentra produksi kerajinan kelom Tasikmalaya terdapat diDesa Setiamulya, Mulyasari, Kersanegara, Sukahurip, Sumelap. Selain itu, terdapat pula diDesa Linggajaya Mangkubumi dan Gobras.  Pemasarannya tidak terbatas nasional namun juga telah di ekspor ke-wilayah Asia Tenggara, Korea, Jepang, Afrika, Panama, Timur Tengah dan sebagian wilayah Eropa.

PAYUNGGEULIS

Payung geulis merupakan kerajinan yang sangat lekat dengan sejarah Tasikmalaya sejak zaman dahulu. Sejarah paying geulis berawal dari kebiasaan  mojang (gadis) Tasikmlaya yang berkebaya anggun, selalu menggenggam paying jenis ini untuk melindungi wajah cantiknya dari sengatan sinar matahari. Dari situ munculah istilah paying geulis, artinya payung yang bikin penampilan tambah geulis atau cantik. Hingga saat ini, paying geulis identik sebagai maskot Kota Tasikmalaya.

Payung geulis terbuat dari bahan-bahan yang sederhana, batang dan kerangkanya menggunakan kayu dan bambu. Sementara untuk penutupnya terbuat dari kertas yang dilukis oleh tangan-tangan yang terampil. Sekarang, penggunaan paying geulis bergeser tidak lagi menjadi kelengkapan mode namun menjadi wahana ekspresi seni yang layak dikoleksi untuk mempercantik ruangan. Pengrajin paying geulis saat ini hanya berkisar 37 orang berlokasi di Panyingkiran dan Indihiang.

BATIK TASIKMALAYA

Meskipun tidak se-terkenal Batik Solo atau Batik Pekalongan, Batik Tasikmalaya ikut mewarnai khasanah batik Nusantara dan menjadi salah satu andalan bisnis Tasikmalaya. Batik Tasikmalaya memiliki karakter yang kuat. Dua hal utama yang membedakan batik Tasikmalaya dengan batik dari daerah lain adalah warna dan motif. Umumnya, batik asalTasikmalayamenggunakanjenis-jeniswarna yang kuatdancerah, sepertioranye, merah, hijau, danbiru, meskipun ada pula yang berwarna tanah, coklat dan merah.

Batik Tasikmalaya ditandai dengan motif flora dan fauna khas tanah Pasundan. Ragam hias yang banyak digunakan antara lain, anggrek dan burung, merak ngibing (tari), bambu, motif rereng (keserasian), buah kopi, dan burung bangau. Sentra batik Tasikmalaya, konon telah tumbuh sejak zaman kerajaan Taruma Negara yang sekarang diwarisi di desa-desa seperti Urug, Sukapura, Mangunreja, Manonjaya, dan Tasikmalaya kota.

Seiring dengan pangakuan batik sebagai world heritage oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, batik Tasikmalaya semakin menggeliat. Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya, secara intensif mengembangkan sentra batik di Kec. Cipedes dan Indihiang. Hasilnya, saat ini sudah tumbuh ± 40 pengrajin batik yang mampu menyerap 350 orang tenaga kerja dengan hasil produksi  tahun 2010 mencapai Rp 10,219 miliar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: